Beauty and the Beast with LGBT, are you sure?

Gatel banget pengen ngebahas hal ini. Beberapa negara menjadikan film disney ini perdebatan panjang, dan meminta pihak Disney memotong scene yang terasa “gay”. After dreaming about this movie for a few months, finally get to watch this movie. 

Hari pertama tayang di theater terdekat. Dengan kilat mengatur titip anak-anak sana sini untuk bisa nonton bareng ipar gue. Berhubung para suami gak niat banget nonton film musical drama ini, dengan mata “blink blink” gue propose ke sang ipar tercintah.. “Di, nonton beauty and the beast yok siang ini, kita titip anak-anak”.

Sang ipar yang baru aja lahiran 40 hari yg lalu, langsung sibuk ketak ketik whatsapp, hahaha.. Dengan super niat beresan barang anak-anak kilat dan langsung caooo ke theater 😝. Jebakan batman berhasil, wkwkwk..

(WARNING!! SPOILERS AHEAD!!)

LeFou

Disney made this movie so perfectly that every little scene remind us of our childhood. Setiap gerakan dan lagu-lagu bahkan sampe intonasi nya pun sama percis sperti di kartun nya. Meskipun ada penambahan cerita dan lagu-lagu, gak mengurangi “elegant & majestic” nya film ini.
Nah, scene yg lain gak penting dibahas yaaa, nonton aja deh, bagus pokoknya 😊, yg penting para ortu pengen tau kan, layak kah film ini ditonton oleh anak-anak kita segala usia. Sekali lagi, this is from my point of view, jadi harap dikaji lagi yeee sebelum mengambil keputusan untuk memperbolehkan atau melarang anak-anak nonton.

Menurut gue “lebay bangeeet” kalo ini film sampe di banned di beberapa negara. Scene LGBT yang dimaksud itu cuma 3 detik, 4 detik, total seluruh film cuma kira-kira 4 menit. Gak layak deh, mahakarya Disney yang satu ini jadi bikin heboh dunia perfilman.

Trus emang apa sih scene “gay” yang dimaksud? Ada adegan “tidur” atau cium nya kah? Ya ampunnn, kagak deh ah…

Le Fou yg diperankan oleh Josh Gad, bring this character alive. Pandangan super kagum sang asisten pada atasannya. Wajar toh, kita juga punya seseorang selain keluarga yang kita panuti dan kagumi. 

Percakapan Le Fou dan Gaston juga ada percikan-percikan kekaguman Le Fou dengan Gaston yang sibuk mencari perhatian Belle. Tapi itu gue notice karna gue tauuuu lagi heboh “gay” yaaah, kalo gak juga gak notice kaliiii..

Nyanyian yang dibawakan Le Fou untuk menghibur Gaston saat di resto bar, diselip dengan adegan Gaston memeluk leher Le Fou dari belakang. 3 seconds. Menurut gue, this scene hanya bagian sangat kecil dari nyanyian dan tarian megah.

Di bagian akhir saat seluruh Castle dihilangkan dari kutukan dan mereka kembali jadi manusia, ada scene tarian ballroom. Disini Le Fou yang sedang menari with one of the pretty ladies, berputar dan end up with one guy. 3 seconds, and the camera rolled away.

That’s it!! *rolled eyes*

Out of all the heartwarming songs dan pendidikan moral yang ada di film ini, yang dibahas seluruh dunia cuma scene 4 menit ini. It’s your choice to hate or agree with LGBT. But if you’re pointing at this movie for LGBT movie?! I dont think that’s fair. Gue aja gak bakal ngeh kalo gak baca sosmed. Sosmed yang mengedukasi film ini “gay”.

So, do you still think this movie is a “No! No!” for our kids?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s